Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Gerakan Aliansi Masyarakat Maros (Gamma) mempermasalahkan izin serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Grand Mall Batangase, Maros.
Pengurus Gamma Alridho Ramadhan mengatakan, Minggu (4/6/2017) pihaknya juga menyoroti rekrutmen tenaga kerja yang terkesan sembunyi-sembunyi.
Pasalnya, pengelola tidak melibatkan pihak pemerintah setempat, sehingga banyak warga sekitar tidak diterima.
"Aparat pemerintah setempat mulai lurah dan camat tidak pernah dilibatkan dalam persoalan adminsitrasi dan rekrutmen tenaga kerja," katanya.
Hal ini dikatakannya saat menghadiri pertemuan di aula masjid Al Markaz Maros bersama MUI, untuk membahas persoalan izin administrasi dan ornamen interior mall yang dinilai mirip dengan simbol agama tertentu.
Sementara Store Manajer Grand Mall Batangase, Darlan Hasim mengatakan sekitar 90 persen karyawannya dari Maros, dan paling banyak berdomisili di Batangase.
"90 persen karyawan kami dari Maros. Kalau Amdal semua aman. Jadi tidak lakukan pelanggaran. Kami sudah pikirkan itu semua sebelum membangun," katanya.
Baca Kelanjutan Gamma Protes Amdal Grand Mall Batangase Maros - Tribun Timur : http://ift.tt/2ryfMW6
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Gamma Protes Amdal Grand Mall Batangase Maros - Tribun Timur"
Post a Comment