Search

Mall Manado Diserbu Jutaan Warga - Manado Post online

JAGA PEREKONOMIAN: (Dari kiri) Chanly Mumu, Arinal Jusuf, Enggah, Suwarno, Suratno, Riyadi, Sonny Runtuwene, Soekowardojo, Noldy Tuerah, Deswan Damayadhi, Sonny Walangare, Paulus Kindangen, Andy Sumual, Joy Tulung, Iona Rombot, Ivanry Matu, Yono Akbar, usai diskusi di Graha Pena Manado Post, Rabu (21/6) kemarin. Foto: Julius Laatung/MP

MANADO—Sebanyak dua juta orang akan memadati seluruh pusat perbelanjaan di Manado, Kamis-Jumat (22-23/6) ini. Dikatakan General Manager Manado Town Square (Mantos) Yono Akbar, strategi pemasaran berupa diskon dari setiap tenant, berpengaruh pada kenaikan tingkat kunjungan di mall-mall. “Beberapa hari jelang Lebaran, sudah ada kenaikan kunjungan hingga 30 persen,” sebut Akbar, pada diskusi terbatas bertema ‘Dampak Liburan Panjang Terhadap Perekonomian Sulut’, Rabu (21/6) kemarin, di Graha Pena Manado Post.

Melihat atensi besar tersebut, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Soekowardojo berharap, pihak perbankan segera melakukan penarikan uang kartal di BI sampai Kamis (22/6) hari ini. “Nominalnya dapat diprediksi untuk kebutuhan nasabah selama liburan panjang 10 hari ke depan,” sebut Soekowardojo. Dijelaskannya, menghadapi Idul Fitri tahun ini, BI sudah menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun. Khusus di Sulut sebesar Rp 1,5 triliun, dan sisanya untuk Gorontalo. 

Bakal menggeliatnya aktivitas konsumsi masyarakat tersebut, ditunjang penyaluran tunjangan hari raya (THR) yang sudah 100 persen. Diungkapkan Riyadi, pejabat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut, pihaknya melalui KPPN Manado, Bitung, Tahuna, dan Kotamobagu, sudah menyalurkan THR senilai Rp 85,7 miliar.

Geliat positif di bidang ritel, tak demikian di bidang otomotif maupun pembiayaan. Kepala Cabang Hasjrat Abadi Toyota Tendean Arinal Jusuf menyatakan, libur panjang yang diterapkan juga oleh perbankan akan memberi masalah. “Karena pembeli umumnya masih menggunakan sistem konvensional. Masih dominan bayar pakai uang cash,” sebut Arinal. 

Kepala Cabang Astra Daihatsu Manado Sonny Walangare libur panjang di akhir bulan ini cukup menggelisahkan pelaku bisnis otomotif. “Apalagi pembiayaan serta jalannya transaksinya, bergantung besar pada operasional perbankan,” sebut Walangare, yang juga meminta BI untuk mengeluarkan kebijakan terkait penambahan nominal batas transaksi di ATM semua bank.

Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance Sulut Deswan Damayadhi menilai, sisi negatif libur panjang ini, kebanyakan pembayaran tagihan dari dealer ke perusahaan pembiayaan, terjadi di akhir bulan. Mencapai sekira 40 persen. Begitu juga potensi pencairan realisasi kredit dan pemenuhan kewajiban nasabah. Imbas dari peningkatan konsumsi untuk menyambut Idul Fitri.  

Di sektor perhotelan, General Manager Swiss-Belhotel Maleosan Manado Elwas Suwarno menyatakan, bisnis perhotelan Sulut secara menyeluruh, belum merasakan dampak program pariwisata oleh pemerintah. “Penerimaan hotel bertumpu pada promo banquet dan kamar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut Andy Sumual menyatakan, dampak libur panjang bagi ritel Sulut tahun ini ada sedikit penurunan. Tak seperti momen yang sama tahun sebelumnya. “Bisnis ritel Sulut sejak awal tahun hingga sekarang, masih adem ayem. Bisa kita lihat performa minimarket yang makin drop hingga -6 persen,” ungkapnya, sembari mengatakan, libur perbankan akan ikut menghambat perputaran uang receh.

Kepala Bagian Perekonomian Biro Perekonomian Pemprov Sulut Sonny Runtuwene meyakini, dengan adanya libur panjang tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dirinya juga optimis, pelayanan kepada masyarakat terkait perizinan investasi, tidak mengalami kendala. “Kita tahu semua, perbankan juga tetap buka meski terbatas. Tapi ini bisa diartikan pelayanan tetap tersedia. Begitu juga dengan pemerintahan, public services seperti perizinan dan pembayaran pajak kendaraan,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi Dr Joy Tulung PhD menyoroti pelayanan masyarakat. Karena libur panjang dipastikan menghambat produktivitas. Masalah perizinan dan prospek investasi Sulut juga ikut terdampak. “Untuk perbankan yang libur, bisa terselesaikan melalui fasilitas ATM. Soal pembatasan nominal. Aturan ini tentunya kembali ke bank masing-masing. Hitungan risiko kehilangan dana, jadi alasan utama pembatasan nilai transaksi ATM,” ujar Kepala Laboratorium Jurusan Manajemen Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat tersebut.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut Prof Paulus Kindangen menyatakan, kondisi libur panjang nantinya tak berpengaruh signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat Sulut, gemar menghabiskan waktu di tempat hiburan dan wisata, kata Prof Kindangen, bakal menstimulus penerimaan.

Sementara itu, Dr Noldy Tuerah PhD menyatakan, panjangnya libur Lebaran tahun ini, tidak terlalu berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi Sulut. Masih dominannya tingkat konsumsi masyarakat, jadi faktor penopang bakal stabilnya perekonomian Sulut.

“Kalau pun ada, hanya jangka pendek saja. Kemacetan justru yang menjadi permasalahan tersendiri. Jumlah kendaraan di Sulut tidak berbanding lurus dengan ketersediaan badan jalan yang mencukupi. Banyak kendaraan dari luar daerah juga masuk, sementara penambahan atau pelebaran jalan tidak ada. Ini harusnya menjadi perhatian semua pihak,” pungkasnya.(tr-03/har)

Let's block ads! (Why?)


Baca Kelanjutan Mall Manado Diserbu Jutaan Warga - Manado Post online : http://ift.tt/2tvAtm7

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Mall Manado Diserbu Jutaan Warga - Manado Post online"

Post a Comment

Powered by Blogger.